Halo pembaca,

Artikel kali ini bukan tentang pemrograman, tetapi masih ada hubungannya dengan salah satu bahasa pemrograman. Pembaca, ponsel bertajuk layar sentuh memang sudah sangat menjamur. Sepertinya hampir semua orang memilikinya. Tentu karena semakin menjamur, maka semakin mudah dan murah untuk mendapatkannya. Ponsel jenis ini kemudian disebut dengan samrtphone. Dikatakan smart mungkin karena banyaknya aktifitas yang bisa dilakukan oleh ponsel jenis ini, mulai dari bermain game, mengakses internet, sampai mengerjakan pekerjaan dengan aplikasi-aplikasi yang sudah tersedia.

Maraknya pengguna smartphone tentunya berbanding lurus dengan maraknya aplikasi-aplikasi untuk smartphone tersebut. Tengok saja Google PlayStore salah satu penyedia aplikasi dan game untuk smartphone dengan sistem operasi Android. Jika Anda mau menghitung, mungkin ada jutaan aplikasi dan game di sana :lol:

Pengembang aplikasipun bermunculan. Salah satunya adalah saya, yang mencoba untuk berpartisipasi, membuat aplikasi yang (mudah-mudahan) bermanfaat bagi penggunanya. Berkenaan dengan Google PlayStore dan aplikasi-aplikasi yang dipasarkan di dalamnya. Saya ingin sedikit berkeluh-kesah.

Selepas pulang kerja, saya selalu memeriksa panel akun Google Developer saya untuk memantau pengguna aplikasi yang saya buat, membaca ulasan-ulasan dari pengguna, saran, maupun kritik. Tidak lupa saya selalu menjawab komentar-komentar yang dilayangkan.

Ada kepuasan jika membaca komentar-komentar positif dari pengguna, ini memicu saya untuk terus meningkatkan aplikasi yang saya buat. Bangga? Tentunya! Karena saya merasa bermanfaat bagi orang lain berkat aplikasi tersebut. Jujur, sebetulnya tujuan saya membuat aplikasi tidak semata-mata money oriented (berorientasi uang). Gaji saya masih cukup untuk membiayai kehidupan keluarga kecil saya. :D

Namun belakangan, saya agak sedikit terganggu dengan para pengguna yang tidak tahu aturan. Ya memang perlu dimaklumi, semakin populernya smartphone, akan semakin banyak penggunanya dari berbagai kalangan. Saya acap membaca ulasan-ulasan yang luar biasa aneh bagi saya seperti pada gambar di bawah ini.

 Contoh Ulasan Bodoh

Contoh Ulasan Bodoh

Jika Anda gemar mengunduh aplikasi-aplikasi di Google PlayStore dan gemar juga membaca ulasan-ulasan pada aplikasi tersebut. Anda pasti pernah mendapati contoh ulasan seperti di atas. Betul?

Apa yang aneh dan bodoh? Ya, yang namanya ulasan tentu tujuannya untuk memberikan gambaran (yang nantinya bisa dimanfaatkan oleh calon pengguna) tentang aplikasi tersebut. Untuk memberikan gambaran, tentu saja pemberi ulasan harus sudah menggunakan aplikasi yang bersangkutan.

Lha ini, belum dicoba kok sudah memberi ulasan? "Dulu SD nya dimana mas/mbak?" :lol:

Sejauh pengamatan saya, para pengulas yang berjanji untuk memperbarui peringkat/ulasan ini sama sekali belum pernah ada yang betul-betul menepati janjinya. Nah lho, awas kamu saya tagih nanti di akhirat!

Lainnya, ada beberapa ulasan dengan komentar positif, seperti: bagus, baik, mantap, dan sebagainya, tapi memberi peringkat (rate) bintang 1. "Halo dik, memangnya sedang bagi raport?" :lol:

Ya, itulah beberapa hal keluhan untuk para pengguna dari Indonesia. Betul, hanya pengguna Indonesia, belum pernah saya temui pengguna non Indonesia yang seperti itu. Sayangnya, pengguna seperti ini juga "nimbrung" di aplikasi-aplikasi bukan buatan pengembang dari Indonesia. Memalukan!

Saran saya bagi para pengguna yang biasa atau pernah melakukan hal di atas, sebaiknya hentikanlah. Hargai para pengembang, apalagi pengembang dari bangsa sendiri. Peringkat (rate) dari Anda sangat berpengaruh pada reputasi aplikasi tersebut. Beri penilaian dan ulasan seobyektif mungkin, dan pastikan Anda sudah benar-benar memahami aplikasi yang akan Anda beri ulasan. Aplikasi dengan peringkat tinggi akan sangat mudah ditemukan pada Google PlayStore, dan berlaku sebaliknya. Jika Anda tidak bisa menghargai karya orang lain, sebaiknya Anda tidak melakukan apa-apa (memberi peringkat buruk atau memberi ulasan tidak jelas). Abaikan saja, cukup pakai saja aplikasinya jika Anda memerlukannya.

Malu dong dengan ponsel Anda, masa ponselnya smart, tapi penggunanya bodoh? :D

Komentar Anda

Komentari